Surga Kecil Yang Mengusung Beragam Tema

123 views

Surga Kecil Yang Mengusung Beragam Tema

 

Minat dan kebiasaan seseorang ternyata banyak memengaruhi penataan rumahnya. Demikian yang terjadi pada Susan Ishak. Pemilik rumah yang menyukai detail ini sadar bahwa rumah dengan konsep minimalis kurang sesuai baginya. Terlebih ia suka pernikpernik, baik yang sifatnya dekoratif maupun fungsional. Itulah sebabnya ia merasa cocok jika rumahnya ditata dengan sentuhan konsep american style. Seluas kita memandang, elemenelemen dekoratif bernuansa Amerika terlihat melekat mengisi berbagai ruang di rumah berlantai tiga custom set furniture kamar tidur.

Keberaniannya mendesain sendiri ini awalnya diragukan oleh sang suami, Emir Gema. Wajar saja. Susan yang berlatar belakang pendidikan bidang hukum tidak memiliki pengalaman kerja yang berkaitan dengan desain interior sama sekali. Namun, setelah melihat hasil karyanya yang elok ini, sang suami pun menghujaninya dengan pujian. Semua ini berkat kerajinannya mengulik informasi dari hasil ngobrol-ngobrol dengan kontraktor yang membangun rumahnya dan para arsitek yang dikenalnya. Susan yang bekerja di bidang minyak dan gas ini juga rajin berselancar di dunia maya dan tentunya membaca berbagai media.

Maka, dengan mantap ia menciptakan surga kecil bagi keluarganya, di atas tanah yang semula berdiri bangunan tua yang dirobohkan. Selain puas menikmati hasil olahan sendiri, pujian dari tamutamu yang berkunjung tentu membuatnya bangga. Bahkan, beberapa teman meminta bantuannya untuk menata rumahnya. Mix and Match “Walau konsep american style menjadi acuan saya dalam mendesain, saya membedakan tema sesuai dengan fungsi ruangnya,” kata Susan menjelaskan tentang referensi desainnya. “Ada konsep eklektik juga karena saya suka campur-campur, selain tema industrial dan shabby chic,” sambung Susan.
Taman di depan rumah yang siap menjadi area barbeque-an ini menurutnya sengaja dibuat sarat dengan kesan American Country. “Untuk mendapatkan kayu bekas bantalan rel ini perlu perjuangan khusus melalui pelelangan,” tutur Susan mengenang. Selepas pintu utama, pesona kelembutan shabby chic di ruang foyer seolah menyapa ketika seseorang memasuki rumah. Dapur yang mewadahi hobi Susan untuk mengolah makanan mendapat sentuhan shabby chic dalam porsi besar. Ruang-ruang lainnya, misalnya ruang tamu dan ruang tidur utama merupakan hasil kompromi Susan dengan suaminya. ”Karena suami saya tidak suka tampilan yang berbunga-bunga maka saya berusaha mengeksplorasi dengan mix and match seleranya,” ucap perempuan yang hobi traveling ini.